Menu

Lompat ke konten utama

Kernel Future

Transformasi Digital Tidak Sama Dengan Digitalisasi Ini Bedanya

Transformasi Digital Tidak Sama Dengan Digitalisasi

Intisari Artikel

  • Transformasi digital tidak sama dengan digitalisasi, karena memindahkan dokumen ke cloud atau mengotomasi proses internal tidak otomatis mengubah model bisnis dan proposisi nilai perusahaan.
  • Kernel Future memperkenalkan Digital Maturity Ladder, tiga tingkatan yang harus dilewati berurutan, Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital.
  • McKinsey menemukan sekitar 70 persen transformasi digital gagal mencapai tujuan yang dinyatakan, dan dua pertiga dari kegagalan itu disebabkan oleh masalah budaya organisasi, bukan teknologi.
  • Sebelum mengklaim sudah “bertransformasi digital”, periksa dulu posisi organisasi Anda lewat Digital Maturity Check di lima dimensi, Beyond Scanning, Value Proposition Shift, Leadership Ambition, Culture Investment, dan Tech Backbone.

Siapa yang tidak bangga bilang perusahaannya sudah “bertransformasi digital”? Semua dokumen sudah di cloud, rapat sudah lewat Zoom, laporan sudah otomatis. Rasanya sudah cukup untuk disebut perusahaan digital. Tapi tahukah Anda, memindahkan dokumen ke format digital dan benar benar mentransformasi bisnis adalah dua hal yang sangat jauh berbeda?

Kernel Future ingin meluruskan satu hal sejak awal. Masalahnya bukan karena perusahaan kurang berinvestasi di teknologi. Masalahnya adalah karena banyak perusahaan menyamakan scan dokumen dan pindah ke cloud dengan transformasi digital yang sesungguhnya, padahal keduanya berada di tingkatan yang sangat berbeda, dan kebanyakan perusahaan berhenti jauh sebelum sampai ke tingkatan yang benar benar mengubah nasib bisnis mereka.

Kenapa Investasi Digital yang Besar Belum Tentu Berarti Transformasi Digital

McKinsey menemukan bahwa perusahaan yang menjadi pemimpin transformasi digital mencapai hampir dua kali lipat return pemegang saham dibanding perusahaan yang tertinggal. Mereka juga menumbuhkan basis pelanggan aktif lebih cepat, memberikan nilai brand yang lebih besar, dan mendorong inovasi serta kelincahan yang lebih tinggi. Angka ini menggambarkan potensi besar dari transformasi digital yang sesungguhnya.

Namun McKinsey juga menemukan kenyataan yang lebih pahit, sekitar 70 persen transformasi digital gagal mencapai tujuan yang dinyatakan sejak awal. Dari kegagalan tersebut, sekitar dua pertiga disebabkan oleh tantangan yang berkaitan dengan budaya organisasi, bukan karena teknologinya tidak canggih. Riset ini didasarkan pada pengalaman lebih dari 500 transformasi digital berbasis teknologi yang pernah ditangani McKinsey.

Kernel Future Insight Kesenjangan antara potensi hampir dua kali lipat return dan kegagalan 70 persen ini menunjukkan sesuatu yang penting, teknologi bukan variabel yang paling menentukan. Kalau dua pertiga kegagalan berasal dari budaya, itu artinya banyak perusahaan sudah membeli teknologi yang tepat tapi gagal mengubah cara orang di dalamnya bekerja dan berpikir, sehingga investasi besar itu berhenti jadi digitalisasi taktis, tidak pernah benar benar naik kelas jadi transformasi.

Transformasi Digital Tidak Sama Dengan Digitalisasi

Deep Dive 1, Digitisasi, Cuma Memindahkan Format

Digitisasi adalah tingkatan paling dasar dan paling sempit dari ketiga istilah ini, dan sering disalahartikan sebagai pencapaian besar padahal cakupannya sangat terbatas.

Gartner mendefinisikan digitisasi sebagai proses mengubah dari bentuk analog ke bentuk digital, tanpa perubahan mendasar apa pun pada proses itu sendiri. Analisis dari Vasion menegaskan digitisasi biasanya berwujud pemindaian dokumen fisik menjadi berkas digital, tanda tangan elektronik, atau komputasi awan, dengan tujuan tunggal, merampingkan proses, meningkatkan kolaborasi, dan memperbaiki keamanan.

Kernel Future Insight Digitisasi itu penting sebagai fondasi, tapi ia tidak mengubah apa pun soal bagaimana bisnis menghasilkan nilai. Data yang tadinya di atas kertas kini ada di layar, itu saja. Kalau seluruh klaim “transformasi digital” perusahaan Anda berhenti di sini, sebenarnya Anda baru menyelesaikan langkah paling awal dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

Deep Dive 2, Digitalisasi, Optimasi Proses yang Masih Bersifat Taktis

Satu tingkat di atas digitisasi, digitalisasi mulai memakai teknologi digital untuk memperbaiki proses bisnis secara lebih luas, meski masih dalam batasan model bisnis yang sama.

Analisis dari Kenway Consulting merangkum digitalisasi sebagai upaya membangun di atas fondasi digitisasi, memakai alat digital untuk mengoptimalkan proses dan menciptakan nilai tambahan, seperti otomasi alur kerja, integrasi kecerdasan buatan untuk layanan pelanggan, atau solusi digital untuk fungsi sumber daya manusia. Digitalisasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi belum mengubah apa yang dijual perusahaan atau bagaimana mereka bersaing di pasar.

Kernel Future Insight Digitalisasi sering jadi jebakan kenyamanan, karena dampaknya paling mudah terlihat, biaya turun, proses lebih cepat, laporan lebih rapi. Tapi kenyamanan inilah yang membuat banyak perusahaan berhenti di sini, merasa sudah cukup “digital”, padahal proposisi nilai mereka ke pelanggan belum berubah sedikit pun dibanding sepuluh tahun lalu.

Deep Dive 3, Transformasi Digital, Rewiring Organisasi Secara Menyeluruh

Transformasi digital adalah tingkatan paling dalam dan paling sulit, karena menyentuh struktur, budaya, dan proposisi nilai perusahaan secara keseluruhan, bukan sekadar alat yang dipakai.

Menurut McKinsey, transformasi digital adalah rewiring sebuah organisasi, tujuan akhirnya memakai teknologi untuk menjadi lebih efisien sekaligus menekan biaya, dan ini jauh lebih dari sekadar memindai dokumen. Definisi akademik yang lebih formal menegaskan transformasi digital adalah perubahan yang mencakup seluruh perusahaan, berfokus mengubah proposisi nilai, bukan cuma proses internal semata.

Kernel Future Insight Perbedaan paling tajam antara digitalisasi dan transformasi digital ada di pertanyaan ini, apakah pelanggan Anda benar benar mendapat sesuatu yang berbeda karena perubahan ini, atau cuma perusahaan Anda yang jadi lebih efisien mengerjakan hal yang sama seperti sebelumnya. Kalau jawabannya yang kedua, itu masih digitalisasi, betapapun canggih teknologi di baliknya.

Kernel Future Digital Maturity Ladder

Ketiga istilah ini bukan pilihan yang setara, melainkan tangga yang harus dinaiki secara berurutan, dan kebanyakan organisasi berhenti di anak tangga yang lebih rendah tanpa menyadarinya.

Anak Tangga Pertama, Digitisasi Mengubah format dari analog ke digital, dokumen kertas menjadi berkas digital, tanda tangan basah menjadi tanda tangan elektronik. Belum ada perubahan pada proses itu sendiri.

Anak Tangga Kedua, Digitalisasi Memakai teknologi digital untuk mengoptimalkan proses yang sudah ada, otomasi alur kerja, integrasi AI untuk efisiensi, kolaborasi digital antar tim. Proses membaik, tapi model bisnis tetap sama.

Anak Tangga Ketiga, Transformasi Digital Merombak struktur, budaya, dan proposisi nilai perusahaan secara menyeluruh, mengubah cara perusahaan menciptakan dan menghantarkan nilai ke pelanggan, bukan sekadar cara mereka bekerja secara internal.

Sebagian besar klaim “sudah bertransformasi digital” yang beredar di industri sebenarnya baru sampai anak tangga kedua. Naik ke anak tangga ketiga membutuhkan keberanian yang jauh lebih besar, karena menyentuh hal hal yang jauh lebih sulit diubah dibanding sekadar teknologi, yaitu budaya dan model bisnis itu sendiri.

Kegagalan McKinsey menyebut delapan prinsip inti keberhasilan transformasi digital, tapi tiga di antaranya paling menentukan, kepemimpinan yang menetapkan ambisi berani sejak awal, investasi setara pada budaya dan kapabilitas manusia sebagaimana pada teknologi, dan modernisasi fondasi teknologi inti yang mampu diskalakan, bukan sekadar proyek percontohan yang berdiri sendiri.

Digital Maturity Check

Setelah memahami tangganya, langkah berikutnya adalah menilai di anak tangga mana organisasi Anda sesungguhnya berada. Kernel Future menggunakan lima pertanyaan berikut. Jawab setiap pertanyaan dengan Ya atau Belum, lalu hitung total jawaban Ya di akhir.

Beyond Scanning Apakah inisiatif “digital” perusahaan Anda melampaui sekadar memindahkan dokumen fisik ke format digital? (Ya / Belum)

Value Proposition Shift Apakah ada perubahan nyata pada proposisi nilai atau model bisnis yang dirasakan pelanggan, bukan cuma proses internal yang lebih efisien? (Ya / Belum)

Leadership Ambition Apakah pucuk pimpinan sudah menetapkan ambisi transformasi yang jelas dan berani sejak awal, bukan sekadar mengikuti tren? (Ya / Belum)

Culture Investment Apakah budaya organisasi mendapat perhatian dan investasi yang setara dengan investasi teknologi? (Ya / Belum)

Tech Backbone Apakah fondasi teknologi inti, seperti data dan integrasi sistem, sudah dimodernisasi untuk mendukung skala, bukan cuma proyek percontohan yang berdiri sendiri? (Ya / Belum)

Hasil 0 sampai 2 jawaban Ya, artinya organisasi Anda kemungkinan besar masih di anak tangga digitisasi atau digitalisasi, meski mungkin sudah menyebutnya transformasi digital. 3 sampai 4 jawaban Ya, artinya organisasi Anda sedang bergerak naik menuju transformasi digital sesungguhnya, tinggal menutup celah yang tersisa. 5 jawaban Ya, artinya organisasi Anda sudah benar benar berada di anak tangga transformasi digital, dengan proposisi nilai yang ikut berubah.

Kalau hasil Anda belum sampai lima, itu artinya menambah lebih banyak alat digital baru tidak akan membawa Anda naik tangga, karena masalahnya bukan di teknologinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan mendasar antara digitisasi, digitalisasi, dan transformasi digital?

Digitisasi mengubah format dari analog ke digital tanpa mengubah proses. Digitalisasi memakai teknologi digital untuk mengoptimalkan proses yang sudah ada. Transformasi digital merombak struktur, budaya, dan proposisi nilai perusahaan secara menyeluruh, mengubah cara perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan.

Kenapa 70 persen transformasi digital gagal menurut McKinsey?

McKinsey menemukan dari kegagalan mencapai tujuan yang dinyatakan, sekitar dua pertiga disebabkan tantangan budaya organisasi, bukan karena teknologi yang dipakai kurang canggih. Riset ini didasarkan pada pengalaman lebih dari 500 transformasi digital berbasis teknologi.

Bagaimana cara mengetahui perusahaan sudah benar benar bertransformasi digital, bukan cuma digitalisasi?

Pertanyaan paling menentukan adalah, apakah pelanggan benar benar mendapat sesuatu yang berbeda karena perubahan tersebut, atau perusahaan cuma jadi lebih efisien mengerjakan hal yang sama seperti sebelumnya. Kalau proposisi nilai ke pelanggan belum berubah, itu masih digitalisasi, betapapun canggih teknologi di baliknya.

Apa keuntungan finansial nyata dari transformasi digital yang berhasil?

McKinsey menemukan perusahaan yang menjadi pemimpin transformasi digital mencapai hampir dua kali lipat return pemegang saham dibanding perusahaan yang tertinggal, sekaligus menumbuhkan basis pelanggan aktif lebih cepat dan memberikan nilai brand yang lebih besar.

Sebelum mengklaim perusahaan kami sudah bertransformasi digital, tanyakan terlebih dahulu apakah proposisi nilai kami ke pelanggan benar benar sudah berubah, atau kami cuma jadi lebih efisien mengerjakan hal yang sama seperti sebelumnya.

Daftar Pustaka

  1. Vasion, Digitization vs Digitalization vs Digital Transformation, What’s the Difference, https://vasion.com/blog/digitization-vs-digitalization-vs-digital-transformation-what-s-the-difference-/
  2. Ricoh Scanners, Digitization vs Digitalization, A Step by Step Guide to Digital Transformation, https://www.pfu-us.ricoh.com/blog/digitization-vs-digitalization
  3. Kenway Consulting, Digitization, Digitalization, and Digital Transformation, What’s the Difference, https://www.kenwayconsulting.com/blog/digitization-digitalization-digital-transformation/
  4. McKinsey, Getting Digital Transformation Right in Resource Heavy Industries, https://www.mckinsey.com/~/media/mckinsey/business%20functions/mckinsey%20digital/our%20insights/getting%20digital%20transformation%20right%20in%20resource%20heavy%20industries/getting-digital-transformation-right-in-resource-heavy-industries.pdf
  5. Brainscape, Definisi Digital Transformation, https://brainscape.com/flashcards/hoofdstuk-1-17916593/packs/22629037

Tinggalkan Balasan